Jumat, 26 September 2014

Pentingnya BerSosialisasi

Secara sederhana sosialisasi dapat disamakan dengan bergaul. Dalam pergaulan tersebut dapat dipelajari berbagai nilai, norma, dan pola-pola perilaku ataupun kelompok. Lambat laun nilai dan norma yang ada dapat diserap menjadi bagian dari kepribadian individu serta kelompok. Manusia tercipta sebagai makhluk pribadi sekaligus juga sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk pribadi, manusia berjuang untuk memenuhi kebutuhannya untuk bertahan hidup. Dalam memenuhi kebutuhannya tersebut manusia tidak dapat hidup sendiri. Manusia memerlukan orang lain untuk mencapai tujuananya. Itulah sebabnya manusia berinteraksi dengan manusia lainnya sebagai makhluk lainnya sebagai makhluk sosial.


 Sosialisasi sebagai proses belajar itu juga digaris bawahi oleh Thomas Ford Hoult dengan pernyataannya bahwa proses sosialisasi adalah proses individu belajar bertingkah laku sesuai dengan standard kebudayaannya; proses belajar disini berorientasi pada melakukan peranan di masa datang dan yang khususnya melibatkan penerimaan dan persetujuan kelompok. 

bagi anak, kelompok sebaya ialah kelompok anak-anak tertentu yang saling berinteraksi. Dalam kelompok sebaya itu terdapat beberapa macam diantaranya kelompok bermain yang sifatnya informal sampai kelompok pramuka yang sifatnya lebih formal, terorganisir dari  tiga atau empat orang anggota sampai kelompok teman sebaya di sekolah yang terdiri dari banyak anggota, rata-rata anak akan berinteraksi dengan bermacam-macam kelompok sebaya itu. Setiap kelompok memiliki peraturan-peraturannya sendiri, tersurat ataupun tersirat. Memiliki tata sosialnya sendiri dan mempunyai harapan-harapan sendiri bagi para anggotanya. Kecuali setiap kelompok sebaya mempunyai kebiasaan-kebiasaan, tradisi-tradisi, perilaku dan bahkan bahasa sendiri. Bagi kelompok anak dan remaja, orang dewasa biasanya tidak masuk hitungan mereka. Artinya kelompok sebaya itu mungkin secara terang-terangan menentang orang-orang dewasa disekitarnya, misalnya dalam bentuk

1 komentar: