Jumat, 26 September 2014

Proprium

Proprium atau propiate dapat didefinisikan seperti dalam kata “appropriate” sesuatu yang dimiliki seseorang adalah unik bagi seseorang. Proprium terdiri dari hal – hal dan proses – proses yang bersifat pribadi bagi seorang individu dan dapat menentukan seseorang yang unik. Contohnya,”saya sebagaimana dirasakan dan diketahui individu sehat”
.
Perkembangan proprium terdapat tujuh tingkatan diantaranya :
• Diri jasmaniah
Bayi tidak dapat membedakan antara diri (“saya’) dan dunia sekitarnya. Berangsur - angsur, dengan makin bertambah kompleksnya belajar dan pengalaman - pengalaman perseptual, maka berkembanglah suatu perbedaan yang kabur antara sesuatu yang ada “dalam saya” dan hal-hal lain “di luarnya”. Ketika bayi berusia 15 bulan,maka muncullah tingkat pertama proprium-diri jasmaniah.

• Identitas diri
Pada tingkatan kedua ini anak mempelajari namanya, menyadari bahwa bayangan dalam cermin hari ini adalah bayangan dari orang yang sama seperti yang dilihatnya kemarin, dan percaya bahwa perasaan tentang “saya” atau “diri” tetap bertahan dalam menghadapi pengalaman-pengalaman yang berubah-ubah.

• Harga diri
Hal ini menyangkut perasaan bangga dari anak sebagai suatu hasil dari belajar mengerjakan benda-benda atas usahanya sendiri. Pada tingkat ketiga ini anak membuat benda – benda, menyelidiki dan memuaskan perasaan ingin tahunya tentang lingkungan, manipulasi dan mengubah lingkungan itu.

• Perluasan diri
Anak sudah mulai menyadari orang-orang lain dan benda-benda dalam lingkungannya dan fakta bahwa beberapa diantaranya adalah milik anak tersebut. Pada tingkat keempat ini permulaan dari kemampuan anak untuk memperpanjang dan memperluaskan dirinya.

• Gambaran diri
Hal ini menunjukkan bagaimana anak melihat dirinya dan pendapatnya tentang dirinya. Gambaran ini berkembang dari interaksi-interaksi antara anak dan orang tua. Lewat pujian dan hukuman, anak belajar bahwa orang tuanya mengharapkan supaya menampilkan tingkah laku-tingkah laku tertentu dan menjauhi tingkah laku-tingkah laku lain. Tingkatan kelima ini dapat mempelajari harapan – harapan orang tua kepada anak untuk mengembangkan dasar perasaan tanggung jawab moral.

• Diri sebagai pelaku rasional
Pada tingkatan keenam ini anak mempelajari aturan-aturan dan harapan baru di pelajari dari guru-guru dan teman-teman sekolah serta hal yang penting adalah diberikannya aktifitas dan tantangan intelektual. Anak belajar bahwa dia dapat memecahkan masalahnya dengan memakai proses-proses yang logis dan rasional.

• Perjuangan proprium
Allport percaya bahwa masa adolsence adalah suatu masa yang menentukan. Orang-orang sibuk mencari identitas diri yang baru, sangat berbeda dari identitas diri pada usia 2 tahun. Karena didorong dan ditarik dalam arah yang berbeda oleh orang tua dan lingkungan luar maka anak tersebut akan berusaha menemukan suatu kepribadian orang dewasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar